Tampilkan postingan dengan label Puisi Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Religi. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 September 2008

TAHAJUDKU

Tahajud dalam 7 Hari

Hari per-1, tahajudku tertinggal
Dan aku begitu sibuk akan duniaku
Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil
Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib
Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai

Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi
Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama

Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku
Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn
Dalam waktu tidak sampai 1 hari aku telah selesai membacanya
Tapi… enggan sekali aku membaca Al-qur’an walau cuma 1 juzz
Al-qur’an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal
itupun dengan terbata-bata
Tapi… ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya
aku menceritakan

Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku
Sorenya aku datang ke selatan Jakarta dengan niat mengaji
Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan
Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku
Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman
yg ada disamping kiri & kananku
Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai
Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa

Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku
Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh
saat imam sholat jum’at kelamaan bacaannya
Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat,
serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam

Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku
Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku
Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar
Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi
Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku
Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh

Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal
Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu
Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga
Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini
Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya
dan malam tadi dia dengan misscallnya mengingatkan aku ttg tahajud

kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya?
Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan
Dia bisa hinggap kapanpun dia mau

25 tahun lebih aku lalai….
Dari hari ke hari, bulan dan tahun
Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah
Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta
Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku
Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku

Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah
Walaupun imanku belum seujung kuku hitam
Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa
Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas
Saat aku melipat sajadahku…..

Jumat, 05 September 2008

Terimakasih Tuhan

Tuhan,
Engkau Maha Penyayang dan Maha Adil
Ditengah kegelisahan
karena kejahatan yang selalu menampakkan diri
karena kepalsuan yang selalu hadir dengan keangkuhannya
karena penghianatan yang jadi kelaziman
karena deraan cobaan bertubi menyentuh bumi pertiwi

Kau hadirkan
Bulan penuh Berkah
Dan Kesejukan
Dan Keagungan
Dan Kebaikan
Dan sejuta kemampuan menguatkan
menyabarkan
meneduhkan

Dimana Insan Kau kabulkan setiap Doa-doa malamnya
Bulan tempat merenung dan memohon
Bulan untuk berkumpul dalam kebaikan
yang hangat dan bijak
Bulan tempat mengadu dan memuji keagungan-Mu

Terima kasih Tuhan
Tlah Kau tunjukkan
Ditengah kegelisahan
Ada kedamaian

Terima kasih Tuhan......



Posted by Iwan

Selasa, 02 September 2008

Puisi Religi

Masuklah … tak perlu kau mengetuk lagi

Ketika gelak tawa, adalah luapan suka cita,
ketika airmata, adalah mutiara kesucian,
ketika kita harus menepi kembali untuk berbenah,
mengemasi diri, menyusun kembali tiap jeda hidup kita.

hari ini kelapangan terhampar
dengan penuh kejernihan
dengan penuh keampunan
dengan penuh kemurahan
dengan penuh …utuh
seluruhnya …

Marhabhan ya Rahmat yang Suci
Bulan saat jiwa tamak mengharap
Masuklah kembali dalam ruang tamu hati ini
Bawa serta berkah senyumanmu
Sedikit saja
Sekali lagi
Masuklah … tak perlu Kau mengetuk

Posted by Iwan